About Us
Artbound adalah metode pembelajaran dan pendidikan karakter berbasis budaya dan seni yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai karakter dan kapasitas melalui pendekatan art experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman seni. Metode ini memadukan unsur seni pertunjukan, seni musik, seni tari, seni rupa, dan teater ke dalam proses pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan sarat makna.
ABSTRAKSI
LOAD MORE
Alam di wilayah Republik Indonesia adalah jalur pelayaran dan migrasi manusia dari lima benua. Eropa, Afrika, Asia, Amerika dan Australia. Maka sejak dulu disebut Nusantara atau Nusa Antara, yang juga merupakan pertemuan kebudayaan bangsa-bangsa. Produk-produk budaya Nusantara berupa seni, telah menjadi faktor penting selain sebagai ekspresi juga sebagai alat pergaulan dan pendidikan karakter untuk merumuskan identitas dirinya. Menyadari pentingnya seni, maka Artbound menggunakan seni sebagai tulang punggung metoda empowering, pencapaian trueself dan ensemble sebagai narasi kekuatan bersama tanpa kehilangan otentisitas individunya.
ABOUT ARTBOUND
LOAD MORE
Learning, Growing, and Creating Meaningful Impact
Artbound adalah sebuah ruang pembelajaran dan pengembangan manusia yang menggunakan seni, budaya, dan pengalaman sebagai media utama dalam proses belajar.
Artbound hadir untuk membantu individu dan kelompok dari berbagai usia dan latar belakang—baik personal, komunitas, perusahaan, maupun lembaga—untuk belajar, bertumbuh, membangun hubungan, dan menciptakan dampak yang bermakna.
Bagi Artbound, pembelajaran bukan hanya tentang apa yang diketahui, tetapi tentang apa yang dialami, dimaknai, diterapkan, dan akhirnya menjadi bagian dari kehidupan.
FILOSOFI
LOAD MORE
Learning Through Art. Growing Through Experience.
Artbound meyakini bahwa manusia belajar melalui pengalaman yang bermakna.
Seni memberikan ruang untuk merasakan dan berekspresi. Budaya memberikan akar, identitas, dan nilai. Pengalaman memberikan kesempatan untuk mencoba, merefleksikan, dan bertumbuh.
Inspirasi filosofis Artbound juga berangkat dari kearifan lokal Nusantara, salah satunya konsep Sedulur Papat Kalima Pancer—sebuah pandangan tentang manusia yang memandang kehidupan sebagai kesatuan antara berbagai unsur dalam diri dan lingkungan, dengan Pancer sebagai pusat kesadaran dan keseimbangan diri.
Dalam konteks Artbound, filosofi ini menjadi inspirasi untuk melihat manusia secara utuh: sebagai pribadi yang memiliki cipta, rasa, karsa, dan karya. Manusia tidak hanya belajar melalui pikiran, tetapi juga melalui perasaan, kehendak, pengalaman, dan tindakan nyata.
Dari pandangan tersebut, Artbound menggunakan seni dan budaya sebagai media pembelajaran untuk membantu manusia mengenali dirinya, mengembangkan potensinya, membangun hubungan dengan sesama, dan menemukan makna dalam setiap proses yang dijalani.
Bagi Artbound, menjadi diri sendiri bukan berarti berjalan sendiri. Setiap individu memiliki keunikan, namun ketika perbedaan mampu menemukan harmoni, lahirlah kekuatan bersama.
Dari sinilah Artbound terus mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada tiga perjalanan manusia:
Empowering People membantu manusia mengenali dan mengembangkan potensinya.
Discovering True Self membantu manusia menemukan keotentikan dan makna dirinya.
Building the Ensemble membantu manusia membangun hubungan, kolaborasi, dan kekuatan bersama.
Filosofi tersebut kemudian menjadi salah satu inspirasi dalam perjalanan pengembangan Artbound Learning Methodology — NULUNG, sebuah metodologi pembelajaran yang berakar pada pengalaman, seni, budaya, dan kearifan lokal Nusantara.
Bagi Artbound, pembelajaran bukan sekadar tentang apa yang diketahui, tetapi tentang bagaimana manusia mengalami, memahami, mengembangkan kemampuan, membentuk kebiasaan, dan pada akhirnya menjadi pribadi yang mampu memberikan manfaat bagi kehidupan.
Learning is not only about knowing. It is about becoming.
HISTORIOGRAFI
LOAD MORE
Dari Sebuah Keyakinan Bersama Menjadi Sebuah Metodologi Pembelajaran
Kecintaan Ynor terhadap dunia pendidikan berawal dari sebuah perjalanan yang mempertemukan ynor dengan tigaorang Hendri, Dudi, Kurfa, dalam komunitas kecil Sapapait Samamanis ketika bersama-sama melatih Pramuka di SMP Negeri 2 Bandung dan tergabung dalam organisasi kepanduan Ambalan Jayabaya Pradnya Paramitha, Gudep 11–12. Dari kebersamaan tersebut tumbuh sebuah keyakinan yang kemudian menjadi landasan perjalanan mereka: pendidikan adalah jalan untuk bertumbuh dan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Perjalanan tersebut kemudian berlanjut di Camp Hulu Cai, Bogor, dalam dunia experiential learning atau yang pada masa itu lebih dikenal luas dengan istilah outbound. Pada awalnya, berbagai aktivitas pembelajaran masih banyak menggunakan pendekatan outbound pada umumnya. Namun, dalam prosesnya mulai muncul gagasan untuk menghadirkan seni dan budaya sebagai bagian dari pengalaman belajar.
Di Camp Hulu Cai inilah nama Artbound pertama kali diperkenalkan oleh Ynor. Pada awalnya, Artbound belum merupakan sebuah metodologi pembelajaran, melainkan sebuah gagasan tentang bagaimana seni dan budaya dapat digunakan sebagai media untuk menciptakan pengalaman yang bermakna dalam proses belajar.
Gagasan tersebut kemudian dikembangkan bersama melalui perjalanan Artventure Indonesia oleh Ynor, Kurfa, dan Aseu bersama kawan-kawan lainnya. Dalam perjalanan ini, Artbound berkembang sebagai pendekatan aktivitas yang menggunakan seni dan budaya sebagai media pengalaman. Perkembangan tersebut kemudian dicatatkan sebagai karya cipta dengan nama Metode Pembelajaran Artbound pada tahun 2015 atas nama Ynor, Kurfa, dan Aseu.
Seiring berjalannya waktu, perjalanan para penggagas Artbound berkembang ke arah masing-masing. Kurfa dan Aseu melanjutkan perjalanan profesional mereka, sementara pengembangan Artbound terus dilanjutkan sebagai sebuah ruang untuk mengembangkan pendidikan berbasis pengalaman, seni, dan budaya.
Perjalanan yang berubah tidak berarti bahwa gagasan yang telah dibangun bersama kehilangan maknanya. Sebaliknya, gagasan tersebut terus berkembang dan menemukan bentuk-bentuk baru sesuai dengan kebutuhan zaman dan pengalaman yang terus bertambah.
Dalam perkembangannya, Artbound Indonesia Raya kemudian hadir sebagai brand dan organisasi yang mengembangkan berbagai program dan aktivitas berbasis seni, budaya, dan pengalaman belajar. Artbound terus bertumbuh melalui berbagai bentuk kerja sama, komunitas, tim, dan badan usaha, dengan satu keyakinan yang tetap menjadi pijakan: bahwa seni dan budaya dapat menjadi media yang kuat untuk membantu manusia belajar, bertumbuh, dan membangun kehidupan bersama yang lebih bermakna.
Dari perjalanan panjang tersebut, muncul kebutuhan untuk mengembangkan sebuah metodologi pembelajaran yang tidak hanya menggunakan seni dan budaya sebagai media aktivitas, tetapi juga memiliki kerangka filosofis dan pendekatan pembelajaran yang lebih utuh.
Melalui proses pengembangan, pengalaman, refleksi, dan pembelajaran yang berlangsung selama bertahun-tahun, Ynor kemudian mengembangkan sebuah metodologi pembelajaran yang berakar pada kearifan lokal Nusantara. Metodologi tersebut diberi nama Artbound Learning Methodology — NULUNG.
NULUNG merupakan akronim dari Nongton, Ulin, dan Manggung, yang dalam bahasa Sunda juga memiliki makna menolong. Nama tersebut merepresentasikan keyakinan bahwa proses belajar bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi tentang mengalami, mencoba, membangun kemampuan, dan pada akhirnya mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.
Artbound Learning Methodology — NULUNG merupakan pengembangan metodologis yang dilakukan secara mandiri oleh Ynor dan memiliki kerangka filosofis, sistem pembelajaran, serta pendekatan metodologis yang berbeda dari Artbound sebagai media aktivitas yang sebelumnya dikembangkan bersama.
Sebagai sebuah karya metodologi pembelajaran, Artbound Learning Methodology — NULUNG kemudian dicatatkan sebagai karya cipta atas nama Ynor, tepatnya atas nama Rony Rusmana.
Sejak awal perjalanannya pada tahun 2005, Artbound Indonesia Raya terus berkembang sebagai entitas yang menggunakan seni dan budaya sebagai media pembelajaran dan pengembangan manusia. Perjalanan tersebut terus berlanjut hingga hari ini, menjadikan Artbound bukan hanya sebagai sebuah brand, organisasi, atau penyedia program, tetapi juga sebagai sebuah metodologi pembelajaran yang terus dikembangkan melalui pengalaman, refleksi, dan proses belajar yang berkelanjutan.
Karena pada akhirnya, sebuah perjalanan tidak diukur hanya dari seberapa jauh ia telah ditempuh, tetapi dari seberapa banyak makna yang dapat dibagikan dan seberapa besar manfaat yang dapat ditinggalkan.
Artbound began as a journey.
The journey became a belief.
The belief shaped a philosophy.
The philosophy became a methodology.
And the journey continues.
LEARNING ARCHITECTURE
One Learning Journey. From Awareness to Transformation.
Artbound memandang pembelajaran sebagai sebuah perjalanan transformasi manusia.
Perjalanan tersebut bergerak dari:
NYAHO — menyadari
NGARTI — memahami
BISA — mampu melakukan
TUMAN — menjadi kebiasaan
NGAJADI — menjadi bagian dari diri
Dalam perjalanan tersebut, Awareness & Understanding membangun Knowledge.
Ability & Habit membangun Competency. Dan Knowledge & Competency diwujudkan melalui Performance.
Pembelajaran pada akhirnya tidak berhenti pada pengetahuan atau keterampilan, tetapi berkembang menjadi perubahan yang hadir dalam cara seseorang berpikir, bersikap, bertindak, dan memberikan manfaat.
ARTBOUND LEARNING METHODOLOGY
NULUNG — Helping People Grow Through Meaningful Experience
NULUNG adalah metodologi pembelajaran Artbound yang berakar pada kearifan lokal Nusantara.
NULUNG merupakan akronim dari:
NONGTON
mengamati dan menyadari pengalaman.
ULIN
mengalami, mencoba, dan mengembangkan kemampuan.
MANGGUNG
mengekspresikan, menerapkan, dan memberikan makna melalui tindakan nyata.
Dalam bahasa Sunda, NULUNG juga berarti menolong.
Makna tersebut menjadi bagian dari keyakinan Artbound bahwa pembelajaran yang bermakna pada akhirnya bukan hanya membantu manusia bertumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi juga memampukan dirinya untuk hadir dan memberikan manfaat bagi orang lain.
VISI MISI
LOAD MORE
Visi Artbound Indonesia Raya
1. Turut serta dan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
2. Mengenalkan dan melestarikan budaya seni nusantara.
3. Meningkatkan kualitas ekonomi kreatif.
Misi Artbound Indonesia Raya
1. Melakukan Proses pendidikan karakter bangsa dengan metode yang berbasis kebudayaan nusantara dan seni.
2. Mengenalkan dan melestarikan Budaya Bangsa
3. Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan informal untuk masyarakat luas di segala usia, anak, remaja atau dewasa baik individu atau golongan dengan tujuan meningkatkan pendidikan karakter bangsa
4. Melakukan penelitian dibidang budaya seni untuk kepentingan kajian, pelestarian, studi dan pemanfaatan.
5. Menyediakan ruang-ruang kerjasama untuk melakukan proses kreatif untuk anggota dan masyarakat luas yang mempunyai tujuan yang sama.
6. Membangkitkan Kepercayaan diri dan pribadi yang tangguh untuk menyiapkan generasi yang tangguh dan siap bersaing dimasa yang akan datang.
7. Membantu dan atau mendirikandan atau bekerja sama dengan pihak terkait dalam pembuatan sekolah-sekolah informal yang berbasis seni dan budaya nusantara.
CORPORATE VALUE
LOAD MORE
Nilai-nilai
1. Jujur : merupakan insan dan organisasi yang jujur baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas
2. Kreatif : senantiasa melakukan proses kreatif untuk selalu mengembangkan diri
3. Totalitas : semangat Totalitas merupakan semangat dalam berkarya maupun beraktifitas
4. Harmoni : menjadi satu kesatuan tubuh yang ideal dan bermanfaat.
ARTBOUND ALLSTARS TEAM
LOAD MORE
TEAM ARTBOUND MERUPAKAN TENAGA PROFESIONAL YANG TERDIRI DARI BERBAGAI DISIPLIN ILMU DIANTARANYA ;
CERTIFIED TRAINER BNSP RI, SARJANA SENI, MAGISTER SENI, PRAKTISI SENI, SOCIAL SCIENTIST, AKTIFIS KEBUDAYAAN, MANAGEMENT, PSIKOLOGI, DAN DISIPLIN ILMU LAINNYA























